Komentari Kemenangan Joe Biden, Menperin: Kebijakan Tak Boleh Tergantung Siapa Pemimpin Negara Lain

0

Dengan terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS), pasti terdapat perubahan kebijakan terhadap geopolitik perekonomian dunia.

Tetapi Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kebijakan utama dalam membina sektor industri Republik Indonesia (RI), tidak boleh tergantung kepada siapa pemimpin negara lain.

“Seperti apa kebijakan Joe Biden, adalah sesuatu yang harus kita tunggu dan cermati,” ucapnya.
“Bagi Kemenperin (Kementerian Perindustrian), kebijakan utama dalam membina sektor industri manufaktur, tidak boleh tergantung dari siapa pemimpin negara lain,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.

Dia menyampaikan, Indonesia harus percaya bahwa RI adalah negara yang penting di mata Amerika Serikat.

“Kita harus percaya bahwa Indonesia adalah negara yang penting di mata Amerika, dan Amerika memiliki kepentingan menjaga hubungan baik dengan Indonesia, siapapun itu Presiden Amerika,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terlebih, pemerintah menyiapkan regulasi yang dapat menciptakan daya tarik bagi investor, termasuk tonggak dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Menurut Agus Gumiwang Kartasasmita, aturan turunan dari UU Cipta Kerja akan memastikan bahwa kemudahan berusaha (Ease of Doing Bussiness) di Indonesia akan jauh lebih baik.

“Insentif juga telah kita siapkan, termasuk super deductable tax bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) industri, dan bagi pengembangan R&D sektor industri,” ucapnya.

Selain itu, Kemenperin memiliki program subtitusi Impor, yang dapat memetakan isu-isu terkait bahan baku dan bahan penolong.

Sehingga, mampu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor.
Untuk terus menciptakan nilai tambah, program hilirisasi sektor pertanian, pertambangan, dan petrokimia juga menjadi prioritas Menperin.

Program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), juga tetap menjadi fokus Kemenperin.

TKDN merupakan kebijakan untuk menumbuhkan pertumbuhan industri dan memproteksi investasi di Indonesia.

“Indonesia harus siap menghadapi persaingan ekonomi global yang semakin keras dan tajam, dengan secara maksimal menggunakan tools dan instruments yang tersedia,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.***

Share.

About Author

Timred-Agk

Leave A Reply